LiquidityScan

· MODEL ENTRY & TIMING · 5 MIN READ · UPDATED 2D AGO

ICT 2024 vs 2022: Analisis Teknis Model Entry

ICT 2024 vs 2022: Analisis Teknis Model Entry

Model ICT 2024 bukan pengganti model 2022, melainkan penyempurnaan yang menuntut leg displacement kuat setelah liquidity sweep sebelum entry dianggap valid.

Perbedaan inilah yang menjadi inti evolusi metodologi tersebut. Model 2022 memberi kamu kerangka dasar untuk membaca reversal, sedangkan model 2024 menambahkan filter yang lebih ketat untuk menyaring setup dengan dukungan partisipasi institusional paling agresif. Keduanya berangkat dari materi Inner Circle Trader, yang bisa kamu pelajari dari sumbernya.

Poin Utama

  • Urutan Model ICT 2022: Liquidity sweep diikuti market structure shift (MSS), lalu entry diambil dari fair value gap (FVG) atau order block yang terbentuk selama pergeseran tersebut.
  • Urutan Model ICT 2024: Liquidity sweep diikuti leg displacement kuat yang menyebabkan MSS. Entry hanya diambil dari FVG yang terbentuk di dalam leg displacement spesifik tersebut.
  • Perbedaan Inti: Filter utama model 2024 adalah kualitas dan besarnya displacement. Pergeseran yang lemah tidak memenuhi syarat; market harus menunjukkan repricing yang jelas dan bertenaga hingga meninggalkan FVG yang bersih.
  • Frekuensi vs Probabilitas: Model 2022 lebih sering muncul di berbagai instrumen dan timeframe. Model 2024, yang sering disebut setup “Unicorn”, lebih jarang tetapi dianggap sebagai kerangka entry dengan probabilitas lebih tinggi karena kriterianya ketat.

Model ICT 2022: Logika Dasar

Model 2022 merangkum pola reversal klasik yang dicari trader smart money. Ini adalah rangkaian kejadian yang memberi sinyal bahwa order flow berpotensi berbalik. Mekanismenya cukup spesifik.

Semuanya dimulai ketika harga masuk ke level liquidity penting. Bisa berupa high atau low lama, ekstrem sesi, atau high maupun low mingguan, yaitu pool yang jelas dan biasanya dipenuhi stop. Setelah liquidity sweep terjadi, kamu menunggu market menunjukkan arahnya. Sinyalnya adalah market structure shift: harga mematahkan swing point jangka pendek yang berlawanan dengan arah sweep. Jika yang disapu adalah swing low, bullish MSS berarti harga mematahkan swing high terdekat. Kalau istilahnya masih terasa kurang solid, mekanismenya dijabarkan di panduan kami tentang market structure dalam ICT.

Pergeseran itu meninggalkan inefisiensi di price ladder, paling sering berupa fair value gap dan order block baru. Model 2022 mengizinkan entry di salah satu area yang terbentuk selama leg pematahan struktur tersebut. Kamu bisa menempatkan limit di tepi FVG, atau di mean threshold breaker maupun order block yang memulai pergerakan.

Model ini bisa bekerja. Tapi kriterianya yang lebih longgar membuat sinyal juga bisa muncul dari pergeseran kecil dan singkat yang tidak pernah berkembang menjadi pergerakan nyata. Model ini menjawab “apa”-nya, yaitu shift setelah sweep, tetapi belum banyak bicara soal “bagaimana”, yakni seberapa kuat dorongan di balik shift tersebut.

Model ICT 2024: Penyempurnaan Berbasis Conviction

Model 2024 mengatasi ambiguitas itu dengan satu filter tambahan: displacement. Harga yang menembus high atau low jangka pendek saja belum cukup. Break tersebut harus datang dengan tenaga nyata, berupa satu atau beberapa candle besar dan agresif yang membentuk fair value gap yang bersih dan mudah dikenali.

Urutannya menjadi seperti ini:

  1. Liquidity Raid: Harga menyapu pool internal atau external liquidity yang jelas.
  2. Displacement & MSS: Pergerakan bermomentum tinggi langsung menyusul dan mematahkan market structure. Ini bukan shift yang ragu-ragu, melainkan repricing agresif yang menandakan perubahan state of delivery. Body candle harus ditutup dengan tegas melewati titik struktur.
  3. Entry pada Displacement FVG: Entry hanya diambil dari fair value gap yang dibentuk oleh candle displacement kuat tersebut. FVG atau order block lain di luar leg harga spesifik ini tidak dipakai dalam model ini.

Logikanya sederhana: reversal institusional yang nyata tidak bergerak pelan-pelan, tetapi meledak lewat displacement. Dorongan itu menjadi bukti bahwa pemain besar masuk dengan ukuran posisi yang cukup untuk mengalahkan order flow dari sisi berlawanan, dinamika yang juga dijelaskan dengan baik oleh bursa futures dalam materi edukasi CME Group. Dengan menunggu konfirmasi tersebut, kamu menyaring setup A+ yang menunjukkan niat institusional secara lebih jelas. Pembacaan displacement juga layak dipasangkan dengan SMT divergence pada pair yang berkorelasi, karena dua konfirmasi lebih kuat daripada satu.

Perbedaan Praktis dalam Eksekusi

Jadi, model mana yang sebaiknya kamu jalankan? Jawabannya bergantung pada kondisi market dan cara kamu menimbang risiko terhadap frekuensi setup.

Model 2022 terlihat paling berguna saat kamu entry mengikuti trend yang sudah terbentuk. Misalnya EUR/USD berada dalam uptrend 4H yang rapi; harga pullback, menyapu low 15 menit, lalu mencetak bullish MSS. Model 2022 memberi entry yang valid untuk kembali mengikuti pergerakan besar. Di sini, trend timeframe tinggi menyediakan conviction yang tidak dimiliki trigger entry yang lebih longgar, sementara pendekatan stop loss dan take profit institutional SMC membantu menjaga risiko tetap terukur jika position size disesuaikan dengan struktur.

Model 2024, sebaliknya, menjadi pilihan utama saya untuk major reversal. Saya ingin melihat signature yang persis di ujung liquidity run yang panjang, misalnya ES futures menyapu low mingguan saat NY kill zone. Saya bahkan tidak akan mencari long sebelum leg displacement kuat mematahkan swing high 1H dan meninggalkan FVG yang bersih. Kesabaran seperti ini sudah berkali-kali menyelamatkan saya dari entry terlalu cepat saat harga masih seperti falling knife, dan disiplin yang sama saya terapkan di template trading journal: hanya catat setup yang benar-benar melewati standar.

Itulah alasan kami memasukkan algoritma CISD (Change in State of Delivery) ke platform LiquidityScan. Algoritma ini mengukur dan mengirim alert untuk displacement yang membedakan MSS model 2022 dari entry “Unicorn” model 2024. Sistemnya membaca velocity serta rasio body candle terhadap wick pada pergerakan yang mematahkan struktur, lalu menandai secara programatis ketika force institusional kemungkinan sedang bekerja. Deteksi seperti ini bisa diotomatisasi, sehingga fokus kamu tetap pada konteks, bukan tenggelam dalam noise dari setiap shift kecil yang tidak punya arti.

Hayk Muradian

Hayk Muradian

Founder & Lead Analyst at LiquidityScan · 12+ years ICT/SMC trading · Institutional order flow specialist

Hayk Muradian is the founder of LiquidityScan, a professional trading intelligence platform built for ICT (Inner Circle Trader) and Smart Money Concepts (SMC) traders. With over a decade of hands-on experience reading institutional order flow across crypto, forex, and futures markets, Hayk specializes in identifying liquidity events, order blocks, and CISD setups on closed candles.

He built LiquidityScan after years of frustration with retail charting tools that ignored the mechanics institutions actually use. The platform now scans 400+ markets in real-time, surfacing the same patterns floor traders watch — without the noise.

Hayk writes about the methodology behind ICT and SMC, with a focus on practical, data-driven analysis rather than hype.

Not trading advice. LiquidityScan publishes educational content for informational purposes only. Trading involves substantial risk of loss.